var id = "e7f0124b0fdcc6bf9af3eab61dfe148c810d7179"; class="archive tag tag-basis tag-184 no-slider content-r" layout='2'>

basis tagged posts

Ubsi Kampus Purwokerto Gelar Workshop & Uji Profisiensi Bentuk Basis Data Prodi Orde Informasi

“Masa pandemi tatkala ini tidak menghalangi intensitas mahasiswa untuk melaksanakan petunjuk dan pelatihan kemahiran pedoman di Instansi Mitra. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan kepercayaan hukum harus dilaksanakan secara tetap memperhatikan protocol kesejukan dan mengutamakan kesehatan penuntut, ” kata Dr Rodiyah didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik Prof Dr Martitah. Penerjunan mahasiswa oleh Dekan didampingi 8 Pimpinan Fakultas Hukum dan 42 Dosen Pembimbing. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemahiran serta pengalaman mahasiswa dalam menjalankan ilmu hukum. Menurut Fathur, mahasiswa UNNES harus punya kesadaran ekologis sejak pagi buta.

Kegiatan yang disisipkan dalam Program Pengenalan Roh Kampus bagi mahasiswa segar dilakukan agar mahasiswa punya kepedulian sejak dini pada menjaga lingkungannya. Profesor Sosiolinguistik itu menambahkan, pentingnya merawa ilmu dengan baik dan benar bagi mahasiswa pertama. Mayjend TNI Dr Arief Rachman menyampaikan tantangan bumi kerja di era pandemi Covid 19 semakin ukuran untuk itu perlu konsolidasi kapasitas dan kompetensi, elastis, kreatif dan inovatif guna mencapai kesuksesan. Menurutnya dalam era digital ini perlu adanya peningkatan digital main set yang tepat serta akurat.

“Kami siap berkolaborasi beserta Teman KIP-K, agar calon mahasiswa dapat melanjutkan kuliah tanpa kesulitan biaya, ” ucap Prof Fathur. Mahaguru bidang Sosiolinguistik itu berpesan, di era disrupsi universitas dibangun bukan dengan keuletan, melainkan kepercayaan dan kesebatan bergerak menggapai visi raksasa. Dekan Fakultas Ilmu Supel UNNES sekaligus pemerhati kewirausahaan melihat bahwa entrepreneurship ialah jalan keluar untuk ketidakseimbangan masyarakat yang cenderung terkonsetrasi pada lapangan kerja dengan sudah banyak diperebutkan sambil banyak kalangan. Pengelolaan sebuah institusi pendidikan membutuhkan pijakan untuk menjaga kesehatan organisasinya. Dalam hal ini, kesejukan organisasi Universitas Negeri Semarang terletak pada peningkatan SDM dan Adat kelola keuangan, dan asetnya. Dalam sambutanya, Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan, penandatanganan permufakatan ini bukan hanya sebagai kemitraan, tetapi persahabatan nun saling merekat di dalam kapasitas perguruan tinggi bereputasi dunia.

Seseorang harus memiliki multikecakapan sebagai bekal guna menghadapi berbagai tantangan. Prinsip ini disemaikan, ditanam, juga ditumbuhkan di kampus UNNES Rumah Ilmu agar buahnya dapat dipetik dan dirasakan oleh masyarakat untuk sebagai SDM Unggul, ” Perintah Prof Fathur. Penyambutan penuntut baru secara daring tidak menyurutkan semangat civitas akademika Universitas Negeri Semarang. Utomo ST MT selaku tutor pembimbing menyampaikan apresiasi performa yang diraih mahasiswa. uniRank merupakan pemeringkatan universitas bertolak pada popularitas website. Sejak tahun 2005, uniRank merilis sekitar 12. 358 universitas dari 200 negara yang menilai berdasarkan algoritma 5 metrik yang independen dan tidak bias bersumber dari 5 web intelligence.

Mereka diharapkan jadi preservasi yang berkontribusi dalam kuasa pelestarian lingkungan. Menurutnya, penanaman pohon oleh mahasiswa pertama sudah dimulai sejak tahun 2010. Selain untuk tumpuan pendidikan, penanaman pohon diharapkan berdampak langsung terhadap pemeriksaan kondisi lingkungan di daerah masing-masing. Sebanyak 8. 532 mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang melakukan penanaman pokok kayu serentak dari daerah masing-masing dan sekaligus mendapatkan prestise Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia, Sabtu (5/9).

Sesuai keterangan pada lamannya, uniRank merupakan direktori dan alat pencari tuntunan tinggi Internasional terkemuka yang menampilkan ulasan dan peringkat. “Atas perolehan peringkat 1 sebagai Islamic University, UNNES beberapa hari lalu jadi perbincangan nasional. UNNES akan terus menanamkan nilai-nilai keyakinan untuk membangun karakter dan peradaban yang lebih baik. Dalam kesempatan tersebut, Prof Nizam juga mengingatkan hal esensi ajaran Ki Tinju Dewantara bahwa tujuan pendidikan bukan sekadar memberikan ilmu namun juga menyiapkan makhluk merdeka yang berbudaya.

Read More